…kriiik…kriiik…kriiik…

Desember 24, 2009 at 7:17 am (Gelapku)

…pada suatu masa, dimana semua terasa sangat samar, bahkan sinar mataharipun tak mampu menerangkan segala sesuatu yang kini memburam, dimana semua gejala-gejala akan apa yang selama ini aku takutkan mulai nampak dan menjatuhkanku lebih dalam dari jurang yang pernah ada, tulisan tanpa makna, kekosongan dalam setiap kata, memaksa untuk ditulis walau susah untuk dicerna, bagai batu yang direbus sekian lamanya namun tetap saja keras dan tak mungkin bisa digunakan untuk menggantikan nasi yang selama ini dimakan, debu-debu tetap beterbangan, angin panaspun masih tetap berkeliaran, kehampaan menabur sepi tak berujung, keeceriaan semu terus berakting seolah hidup tiada duka, tanpa cela yang mulai mengeropos, tertendang rasa iri akan kehidupan, mengoyak tubuh rapuh penuh hina dan dosa, tak mampu lagi bertindak, walau jiwa berontak, terperosok lebih jauh dalam indahnya rayuan pulau kelapa, tanpa tanding meski bersuara nyaris tak berbenging…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.